Selama ini kita dibombardir dengan iklan produk susu sapi yang intinya bagus untuk manusia. Ibu sering menyuguhkan kita susu sapi tiap harinya, bahkan bisa 2 gelas susu. Benarkah susu sapi bermanfaat bagi manusia?
Ok, di bawah ini kupasan yang menyebutkan susu sapi bermanfaat bagi manusia.
Dari Kompas.com:
Susu sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam segelas susu terdapat antara lain:
1. Potasium, yang menggerakkan dinding pembuluh darah agar tetap stabil, menghindarkan Anda dari penyakit darah tinggi dan jantung.
2. Zat besi, mempertahankan kulit tetap bersinar.
3. Tyrosine, mendorong hormon kegembiraan dan membuat tidur lebih nyenyak.
4. Kalsium, menguatkan tulang.
5. Magnesium, menguatkan jantung dan sistem saraf sehingga tidak mudah lelah.
6. Yodium, meningkatkan kerja otak besar.
7. Seng, menyembuhkan luka dengan cepat.
8. Vitamin B2, meningkatkan ketajaman penglihatan.
Sedangkan di bawah ini kupasan yang menyebutkan susu sapi tidak bermanfaat bagi manusia.
Berdasarkan buku The Miracle of Enzyme oleh Hiromi Shinya, MD disebutkan bahwa susu sapi termasuk makanan yang paling buruk bagi manusia. Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.
Susu termasuk makanan yang sulit dicerna. Kasein, yang membentuk sekitar 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna. Selain itu, susu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim yang berharga, lemaknya telah teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yang tinggi.
Dari Harvard School of Public Health:
It’s not a news flash that calcium is key for healthy bones. Getting enough calcium from childhood through adulthood helps build bones up and then helps slow the loss of bone as we age. It’s not clear, though, that we need as much calcium as is generally recommended, and it’s also not clear that dairy products are really the best source of calcium for most people.
While calcium and dairy can lower the risk of osteoporosis and colon cancer, high intake can increase the risk of prostate cancer and possibly ovarian cancer.
Plus, dairy products can be high in saturated fat as well as retinol (vitamin A), which at high levels can paradoxically weaken bones.
Good, non-dairy sources of calcium include collards, bok choy, fortified soy milk, baked beans, and supplements.
***
Jadi sebenarnya susu sapi (termasuk susu sapi murni) bermanfaat gak bagi manusia?
Bermanfaatkah Susu Sapi???
Label:
Susu Organik



